Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label air bersih

Tips mengatasi Besi dan Mangan dalam Air dengan Cara Oksidasi

Air tanah alias air sumur merupakan sumber air bersih terbesar yang digunakan. Kendala yang paling sering ditemui dalam menggunakan air tanah adalah masalah kandungan Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang terdapat dalam air baku. Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolah air skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air air sumur atau tanah. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter dengan media mangan zeolit dan karbon aktif. Ada beberapa cara untuk menghilangkan...

Tahapan Pengolahan Limbah Cair

Limbah terbagi atas 3 jenis : Limbah Padat, Limbah Cair dan Limbah Gas. Limbah cair merupakan limbah yang paling menjadi masalah. Sebab seringkali limbah padat ataupun kadang kala limbah gas di campurkan terlebih dahulu ke dalam limbah cair sebelum dibuang. Secara umum penanganan air limbah dapat dikelompokkan menjadi : 1. Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment) Tahap ini bertujuan melindungi alat-alat pengolah limbah. 2. Pengolahan Primer (Primary Treatment) Tahap ini mengihlangkan partikel-partikel padat. 3. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment) Tahap ini menghilangkan material organik pada air limbah. 4. Pengolahan Akhir (Final Treatment) Tahap ini menghilangkan organisme penyakit yang ada pada air. 5. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment) Membuat komposisi / kandungan pada air sesuai dengan yang dikehendaki. Baca Lebih Detail .

Bahaya Khlorin pada Air Minum

Khlorin, chlorine atau klorin sering digunakan untuk proses disinfeksi (mematikan kuman) pada air minum. Orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati. Dari manakah asal khlorin? Air ledeng. Oleh PDAM pada saat “pembuatan” air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut. Septik tank atau air pembuangan limba...

Awas Bahaya Klorin Pada Air Minum Kita

Khlorin, chlorine atau klorin sering digunakan untuk proses disinfeksi (mematikan kuman) pada air minum. Ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati. Lalu bagaimana klorin bisa sampai ke rumah, air minum dan tubuh kita? Dan bagaimana pula cara mencegahnya ? Lalu bagaimana dengan konsumsi air mineral ? Baca selengkapnya...

Saringan Air / Penjernih Air Sederhana

Anda mengalami persoalan mendapatkan air bersih karena air di rumah anda keruh atau kotor? Saya sendiri pernah mengalami problem tersebut, maklum dekat sungai jadi warna air sumur saya sering berubah warna mulai dari jernih, keruh, kuning bahkan sampai berwarna hitam dan berbau. Ada berbagai cara sederhana untuk menjernihkan air. Anda dapat menggunakan bahan kimia seperti “AGS” dan tawas, bahan alami seperti biji kelor ataupun dengan membuat saringan. Karena tawas dapat menggerus dinding sumur, sedangkan biji kelor susah dicari, pilihan saya akhirnya jatuh pada membuat saringan yang dapat menjernihkan air tanpa menggunakan bahan kimia. Setelah melakukan observasi, tanya sana-sini, surfing sana sini, ternyata selama air tersebut tidak mengandung limbah kimia berbahaya kita masih dapat mengatasinya dengan menggunakan saringan / penjernih air yang banyak dijual di pinggir-pinggir jalan atau pun menggunakan saringan air bermerk seperti halnya yang dipakai oleh depo pengisian air minum isi ...